Sekilas Tentang Klub Pelita Jaya
Pelita Jaya FC adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang memainkan pertandingan kandangnya (Home Groud) di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kab bandung, Indonesia dan memililki basecamp di POR Pelita Jaya FC di Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Pelita Jaya FC. sempat menjadi juara Galatama empat kali dalam enam tahun terakhir kompetisi tersebut sebelum Galatama dileburkan pada tahun 1994 untuk membentuk Liga Indonesia bersama kompetisi Perserikatan. Di Liga Indonesia, Pelita tidak pernah lagi menyamai keberhasilan seperti pada masa-masa Galatama walaupun pernah menghadirkan pemain-pemain asing seperti Mario Kempes, Roger Milla, and Maboang Kessack. Sejak menembus babak 12 Besar pada kompetisi tahun 1994/95, prestasi terbaik Pelita adalah babak 8 Besar pada tahun 2000.
Sejarah Klub Pelita Jaya FC
PS. Pelita Jaya pertama kali berdiri bertepatan dengan bergulirnya kompetisi Galatama Kramayuda, yaitu tahun 1986, dengan manajer Rahim Soekasah dan Andre Amin sebagai asisten manager. Saat itu mereka bermarkas di Stadion Menteng dengan pelatih Bertje Matulapelwa (Alm.). Pada tahun 1988 mereka memiliki pelatih baru yaitu Benny Dolo, bermarkas di stadion Bekasi dan Lebak Bulus.
Sejak tahun berdiri hingga tahun 2006, PS. Pelita Jaya telah 5 (lima) kali berganti nama dan kepengurusan. Diantaranya pada tahun yang sama, yaitu 1988, bermarkas di stadion Lebak Bulus dengan pelatih yang sama tetapi manajer yang menangani hanya tinggal Andre Amin.
Tidak lama berselang, mereka berganti nama menjadi PS. Pelita Mastrans dengan manajer Nurdin Halid dan bermarkas di Lebak Bulus. Pada tahun kepengurusan 2000 - 2001, mereka berganti nama menjadi PS. Pelita Solo dimanajeri oleh Irsahn Sutanto dan Danurwindo sebelumnya dilatih Yusak Sutanto dengan record 13 kali bertanding tanpa kalah dan dihentikan karena kerusuhan Mei. Pada tahun tersebut stadion Manahan Solo menjadi pilihan markas mereka, saat itu PS. Pelita Solo dibawah pelatih Rully Nere.
Era tahun 2003 mereka kembali berganti nama kesebelasan menjadi PS. Pelita Krakatau Steel dengan jajaran pengurus sebagai berikut: manajer Joko Driono, Stadion Krakatau Steel sebagai markas, dan dua kali berganti pelatih yaitu Danur Windu dan Mundari Karya.
Pada tahun 2006, PS. Pelita Jaya Purwakarta menjadi nama baru menggantikan PS. Pelita KS. Manajer Rahim Soekasah, dan pelatih Bambang Nurdiansyah terpilih kedalam jajaran kepengurusan saat itu. stadion Lebak Bulus dan Stadion Purnawarman Purwakarta juga terpilih menjadi markas tim PS. Pelita Jaya Purwakarta.
Di tahun musim pertandingan Liga Super 2008, PS Pelita Jaya Purwakarta merubah kembali kepengurusanya. Nama Klub berubah menjadi Pelita Jaya FC dan tidak terlalu bersifat kedaerahan seperti Purwakarta tetapi lebih kepada segmentasi yang lebih luas lagi yaitu Pelita Jaya FC yang berada di Jawa Barat. Kepengurusan tahun ini, Manager Tim tetap dijabat oleh Rahim Soekasah dengan Pelatih Fandi Ahmad dan Asst. Pelatih Kadir Yahaya. Sementara itu, lokasi home ground pun berpindah tempat, dari Stadion Purnawarman Purwakarta, sekarang berpindah ke Stadion Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung dan lokasi basecamp tetap berada di Sawangan Depok.
Prestasi Klub
Sepanjang LI bergulir adalah menembus 8 Besar musim 1999/2000. Kini, Pelita Jaya ingin menghadirkan kembali kejayaan yang mereka pernah raih di zaman Galatama. Begitu memastikan diri kembali ke jenjang Divisi Utama akhir Agustus 2006 lalu, manajemen segera melakukan pembenahan. Salah satunya dengan mendatangkan pelatih asal Singapura Fandi Ahmad untuk menukangi tim menatap LI 2007.
Statistik
LI 1994/1995: 8 Besar
LI 1995/1996: 12 Besar
LI 1996/1997: 12 Besar
LI 1997/1998: Kompetisi dihentikan
LI 1998/1999: 10 Besar
LI 1999/2000: 8 Besar
LI 2001: Peringkat 9 Wilayah Timur
LI 2002: Peringkat 7 Wilayah Barat
LI 2003: Peringkat 14 Wilayah Barat
LI 2004: Peringkat 15 Wilayah Barat
LI 2005: Peringkat 17 Wilayah Timur (degradasi ke Divisi I)
LI 2006: 8 Besar Divisi I (Promosi ke Divisi Utama) LI 2007: Peringkat 8 Wilayah Barat LI 2007: Semifinalis Copa Dji Sam Soe
Prestasi Galatama :
- 1986/1987 : Runner-up
- 1987/1988 : Runner-up
- 1988/1989 : Juara
- 1990 : Juara
- 1993/1994 : Juara
Prestasi Asia
- juara Piala Super Indonesia
- juara III Piala Champion Asia
- Juara ... piala Winner Asia di Korea Utara
- Juara I Piala Klub ASEAN di Singapore.
Pemain Legendaris Pelita Jaya
Bintang - bintang yang pernah bergabung dan bersinar dalam klub dari awal hingga sekarang seperti Bambang Nurdiansyah, Rully Neere, Ansyari Lubis, Mario Kempes, Roger Mila, Maboang Kesack, Kurniawan Dwi Yulianto, Nasir Salasa, Harianto Prasetyo, Noah Mariem, Alexander Sarnunu, I Made Pasek Wijaya, Indranto Nugroho, Gusnedi Adang, Hendri Susilo, Eli Idris, Dejan Stokovic, Bima Sakti dan Frans Sinarta W.
Pemain Dunia yang main di Pelita Jaya
Mario Kempes, Roger Mila dan Maboang Kesack, Kurniawan Dwi Yulianto
Fasilitas
Home Base
Pusdiklat POR Pelita Jaya FC
Jl. Raya Parung
Gang Rotan, Bojongsari Baru
Sawangan Kota Depok
Lapangan
Bathroom
Home Ground
Stadion si Jalak Harupat
Stadion Olahraga Si jalak Harupat berlokasi di desa Kopo dan Cibodas fasilitas yang tersedia antara lain:
Lapangan sepak bola sebagai arena utama
Track untuk lintasan atletik
Tribun penonton yang menampung 27.000 penonton
Fasilitas komersial
Fasilitas penunjang lainnya seperti toilet, kantin, ruang ganti pemain, ruang wasit dll
Luas bangunan stadion adalah sebagai berikut:
Bangunan 28.177 m2
Lapangan sepak bola 7.500 m2
Lansekap 13.000 m2 |